tentang ikan cupang dan permasalahannya


Ikan Cupang Indonesia

Bernama ilmiah Betta (Splendens)/silang antar species yang sama!

dari hasil persilangan antar species banyak,

menghasilkan/memunculkan straind-straind baru pada ikan cupang hias!

baik ikan cupang hias yang bersirip panjang atau pun pendek!

Straind-Straind baru ikan cupang:

black cooper dragon plakat

ikan cupang halfmoon

Halfmoon pernah muncul di tahun 70 an,

hanya saja siripnya tidak lebar dan indah sepeti sekarang ini karna pengaruh teknologi perawatan,

pengembangbiakan dan juga kwalitas air yang bagus!

Straind Halfmoon baru pertamakali ditemukan oleh seorang hobies betta’s / ikan cupang,

halfmoon white

ikan cupang halfmoon


asal perancis yang bernama Laurent & Rajiv

nama Halfmoon sendiri diberikan oleh Jeff Wilson pada tahun 1991 di perancis !!!

Keriteria ikan cupang yang baik dan bagus!

Bentuk ekor sirip seperti bulan purnama yang di belah mejadi dua, ( Doublle Tail )

bila mengembang tulang sirip ekor pada pangkal bawah maupun atas,

tegak lurus atau lebih terbuka membentuk bujur sangkar 180 derajat atau lebih/over!!!

poster betta’s around indonesia

>>Halfsun adalah halfmoon

yang seluruh ujung dari siripnya baik atas bawah ataupun ekornya seperti tumbuh duri seperti begerigi/bergear!!!

halfmoon red cooper dragon
-Cupang hias bersirip panjang

> Halfmoon >>doublle tail >>

ikan cupang serit

ikan cupang serit Dayak


> Serit

-Cupang hias bersirip pendek

red dragon

ikan cupang plakat

> Aduan >>

> Plakat >>doublle tail >>

Cupang hias bersirip panjang/pendek

*Halfmoon

*Serit

*Plakat

– Cupang hias bersirip panjang,hasil hasil persilangan dan pengembangbiakan Cupang alam yang bersirip panjang(Betta Imbillis)

Betta Imbillis banyak memiliki jenis bentuk sirip ekar;

1. Vail tail : sirip ekor seperti mangga/ekor kuda/Slayer

 halfmoon slayer buntut kuda

ikan cupang halfmoon


2. Fan tail : sirip ekor seperti Kipas/Halfmoon
ikan cupang halfmoon

butterflay halfmoon


3. Comb tail : sirip ekor seperti pecah terurai,/berambut/seperti
sisir/Serit rambut
ikan cupang serit merah

ikan cupang serit

– Cupang hias bersirip pendek / sort tail seperti sirip Cupang adu tetapi lebih banyak memiliki kombinasi warna dan berwarna cemerlang!.

4. sort tail : sirip ekor seperti kipas, sama seperti fan tail/ halfmoon namun perbedaanya tidak lebar seperti fan tail Halfmoon! tapi lebih seperti ikan cupang adu!, dan sekarang ini dikenal dan disebut Cupang Plakat.

plakat black

ikan cupang plakat

AIR
*HD&PH air untuk ikan cupang
HD dan PH merupakan dua hal yang berbeda!
-HD/Hardness Density (kesadahan air)
-PH/Pondus Hydrogenii (keasamaan air)
Bila air ber PH tinggi (Alkaline) maka HDnya pun tinggi juga/basa !
begitupun sebaliknya air ber PH rendah (Acidite) HD nya pun rendah/asam !
kesadahan air HD menunjukan indikasi jumlah unsur mineral yang terlarut/terkandung dalam air seperti (Ca)kalsium, (Zn)seng,
dan (Mg)magnesium.
# Alat ukur kesadahan air /HD Salinity tester
# Alat ukur keasaman air /PH kertas lakmus
PH air umum nya di Indonesia berkisar 5,5 sampai dengan 7,2
Pengaruh ikan cupang terhadap PH dan HD air,
Ikan malas beraktifitas/makan jelas sangat mengganggu tumbuh kembangnya ikan cupang itu sendiri!
PH yang normal untuk ikan cupang adalah 6,5 sampai dengan 7.

*Menormalkan HD air
>>untuk menormalkan kesadahan air / HD untuk ikan cupang menggunakan aquades ! karna aquades tingkat kasadahan nya adalah 0%, dicampur dengan air secukupnya.

*Menormalkan PH air

>> untuk menormalkan keasaman air / PH
menggunakan daun ketapang laut(palagium clarkeanum)
*Kwalitas air/bersih dan
suhu yang cocok untuk ikan cupang!

kwalitas air berhubungan erat dengan kandungan Nitrit (NO2)

dan kandungan Oksigen terlarut,

tinggi rendahnya kandungan Nitrit tergantung pada kebersiahan air!

air akan berubah menjadi Amonia

akibat dari sisa makanan/pakan olahan ,buatan yang tidak di makan oleh ikan cupang,

akan berubah menjadi Nitrit dengan bantuan bakteri nitrosomonas di dalam air!

kandungan Nitrit yang melebihi 0,2 Mg/l berpengaruh,

membahayakan kelangsungan hidup ikan cupang itu sendiri,

ikan cupang akan mudah terserang penyakit,

hilang nafsu makan,

dan dapat menjadi penyebab kematian pada ikan cupang!

untuk mengetahui jumlah kandungan Nitrit dapat menggunakan alat test Ammonium kit,

alat ini berbentuk cair,

alat ini di peroleh di toko ikan bersekala besar!

mengurangi kandungan Nitrit dapat dengan cara menggunakan aeratoryang di hidupkan selama 5 jam lebih,

atau dengan cara membuang separuh jumlah air dengan cara menyifon sisa kotoran dan pakan yang tidak termakan oleh ikan cupang dan di ganti dengan air

yang baru!,

sebanyak air yang di buang.

jaga air agar tetap bersih selalu berkala dan lakukan pergantian air bila perlu minimal 4-5 hari sekali!

suhu yang cocok dengan ikan cupang berkisar antara 25-sd 30 derajat celsius!

karna pengaruh suhu juga sangat berpengaruh pada kwalitas air itu sendiri!

UNTUK PEMESANAN PARTAI ATAU ECERAN
&TANYA JAWAB SEPUTAR PERMASALAHAN IKAN CUPANG HUBUNGI :

087885042514

ATAU DATANG DI TEMPAT LOKASI
PEMBUDI DAYAAN IKAN
CUPANG :
Abdul Chalik Ma’ruf/ Team bangcupang Slipi dan Tangerang :
silahkan kunjungi
lubuk bangcupang

MENGENAL BERBAGAI MACAM IKAN CUPANG
sejauh ini dikenal berbagai kerabat dari ikan cupang
seperti:
*Betta pugnax (Florest Betta)
*Betta taeniata (Banned Betta)
*Betta macrostoma (Bruney Betta)
*Betta picta (Painted Betta)
*Betta anabantoides (Pearly Betta)
*Betta edithae (Betta Brederi)
*Betta doerschi (Purple Saphire Betta)

Ikan cupang diatas dikenal sebagai mouth brother yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, sedangkan kelompok dibawah ini yang merupakan kerabat ikan cupang (betta), yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest)

*Betta akarensis (Serawak Betta)
*Betta cocina (Clorat’s Betta)
*Betta bellica (Standart Betta)
*Betta smaragdina (Emerald Betta)
*Betta imbilis (Slugger’s Betta),
*Betta splendens (Siamesse Fighting Fish)

Jenis ikan cupang lain yang dikenal sebagai ;
*Betta albimarginata.
*Betta balunga.
*Betta breviobesus.

ikan cupang slayer
ikan cupang
Betta splendens (Siamesse Fighting Fish)


Betta smaragdina (Emerald Betta)


Betta pugnax (Florest Betta)


Betta unimaculata


Betta edithae (Betta Brederi)

Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand,
Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.
Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.
Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah
dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

STANDAR PELATIHAN UNTUK IKAN CUPANG ADU

Kata seri dalam istilah cupang adu sering ditanyakan oleh pembeli kepada bredder atau peternak/penjual ikan cupang adu, hal ini peternak memberikan no seri kepada ikan cupang adu adalah untuk menandakan membedakan lubuk agar tidak keliru, banyak yg berpendapat bahwa dengan pemberian pada masing-masing lubuk yg dipijahkan pada ikan cupang mempengaruhi gaya bertarung dari masing masing lubukan yang telah di beri nomer seri, hal ini juga para peternak sering melakukan observasi langsung dari banyaknya lubuk atau tiap masing masing seri yang telah di beri nomer seri dengan cara di adu dari tiap-tiap lubuk dengan lubuk yang lain sehingga para peternak dapat mengetahui kwalitas, gaya bertarung dari tiap lubuk yang telah di beri nomer seri tersebut, para peternak juga sering mengamati ikan cupang adu dari bentuk fisik dengan gaya bertarungnya. Demikian pembukaan ini sebagai referensi kita dalam memilih ikan cupang adu.

Dari bentuk fisik, bentuk kepala, tulang sirip terlihat tebal dan kasar bentuk ring bibir, dan keutuhan sisik di seluruh tubuh ikan cupang (terutama sisik yang berada di daerah perut), pangkal ekor sirip,serta yang utama adalah usia/atau umur ikan cupang adu itu yang telah cukup, minimal sekitar usia diatas 7 bulan. Hal usia pada ikan cupang ini mempengaruhi mental dari ikan cupang adu tersebut, bila ikan cupang adu usianya telah 8 bulan keatas semakin baik mentalnya dalam arena pertarungannya, hal fisik yang menandakan ikan cupang adu yang sudah cukup, berusia diatas 7 bulan dapat kita lihat dan diperhatikan dari tulang sirip, dan keutuhan sisik yang tumbuh di daerah sekitar perutnya. Semua berpengaruh dalam pertarungan/laga ikan cupang itu sendiri. Untuk diperhatikan bila kita hendak memilih ikan cupang adu yang layak untuk dilatih kemudian di adu.

Baik yang kita utamakan adalah kita benar-benar tahu kalau asal ikan, ikan cupang adu tersebut memang dari para peternak yang memang hanya memijahkan ikan cupang adu yang berkualitas baik, dari kuat/tebalnya sisik, dan ada atau tidak serta tajamnya gigi, dari ikan cupang tersebut. Selain dari itu penting juga untuk di perhatikan mengenai ikan cupang adu yang akan kita pilih adalah *berkepala besar, *ring bibir tebal dan lebar, *bentuk tubuh panjang, dan terlihat tebal dari kepala hingga ekor, serta *pangkal ekor yang lebar dan tebal. Ciri demikian yang layak untuk dipilih sebelum kita latih. Kesehatanya pun perlu diperhatikan, dapat kita lihat dari keseluruhan warna tubuh, bila terlihat pucat, besar kemungkinan ikan tersebut bacul/mentalnya kurang baik.

Pukulan

Pukulan adalah arah dari ikan cupang adu dalam bertarung yang menuju satu titik pada daerah tubuh lawan, daerah fatal pada bagian tubuh cupang adu adalah,

*pangkal ekor ( bila ikan belum cukup umur atau berumur dibawah 6 bulan bila terserang/terpukul di daerah pangkal ekor ini akan mudah WO wolk out atau kabur takut, tidak mau lagi bertarung) hal ini ikan akan dinyatakan kalah.

*sekitar daerah bagian perut, daerah ini juga merupakan daerah yang fatal bagi ikan, bila ikan terkena, terserang terus-menerus di daerah ini akan mudah kehabisan tenaga atau disebut socek, sehingga ikan tidak bisa berenang dengan normal, dan seperti ikan yang kekurangan oksigen dengan berenang kepala di atas ekor ke bawah jika demikian sang lawan mempunyai banyak kesempatan untuk terus memukulnya. Untuk menghindari ikan adu yang seperti ini ikan diharuskan untuk melewati latihan jantur selama minimal 3 hari.

*Skitar sirip insang, daerah ini daerah fatal juga pada ikan cupang adu, oleh karena itu kita harus tahu bahwa ikan kita memiliki sisik yang tebal kuat dan keras, hal ini dapat kita ketahui dan kita tanyakan lansung dari para peternaknya. Apakah ikan yang kita pilih memiliki kwalitas sisik yang baik.

*Ring bibir dan daerah mata, juga merupakan daerah yang fatal pada ikan cupang adu, sama seperti halnya diatas kita harus benar benar tahu dan dapat kita lihat dan tanyakan langsung kepada perternak, apakah ikan adu yang kita pilih memiliki atau tidak gigi yang kuat dan tajam, gigi pada ikan cupang dapat kita lihat dengan menggunakan alat bantu yaitu dengan kaca pembesar, atau dapat kita buktikan ikan yang ingin kita ketahui apakah ikan mempunyai gigi atau tidak dengan cara membungkusnya, kita masukan ikan kedalam plastik politein yang berukuran sedang 8×20 cm atau 10×20 cm lalu kemudian masukan dalam dalam toples adu yang ada lawannya biarkan ikan bertarung setelah itu angkat plastik tersebut. Kita dapat lihat palstik itu bocor atau tidak, kalau plasiti itu banyak bocornya berarti ikan tersebut mempunyai gigi.

*dan daerah mata merupakan bagian yang paling fatal dari tubuh ikan cupang adu, bila mata yang terserang dan cidra asudah dapat dipastikan ikan lawan yang akan memperoleh kemenangan, untuk menghindari dari hal ini maka di perlukan persiapan yang optimal untuk cupang adu sebelum berada di arena laga(topeles tempat berlaga) baik kita perhatikan hal kecukupan gizinya, untuk ikan tersebut, dan latihan yang cukup, agar dapat memenagkan pertarungan atau laganya.

Di bawah ini akan dibahas beberapa latihan dasar yang setandar untuk cupang adu;

Latihan Puter/Diaduk

Latihan puter, atau diaduk didalam wadah toples ceri yang bening, dengan diameter skitar 13,5 cm dan siapkan pula stik bambu sebagai alat untuk mengaduk airnya, stiknya seukuran sumpit mie ayam, yang ujung stik tersebut kita bungkus/ikat ujungnya dengan busa atau spon agar toples tidak pecah bila terbentur dan juga tidak terlalu berisik, dengan di taruh ikan yang lain sebagai sparing partner disamping topes ceri, pertama tama biarkan ikan saling mengedok/bersebeng dahulu, sebelum diaduk/diputer. Setelah ikan didalam topeles berkedok dengan ikan yang lain (sparing partnernya) kita aduk airnya tanpa mengagetkannya. Pengadukan air dengan perlahan, agar ikan bersebeng dengan konsentrasi menghadapi sparing partnernya, sebaiknya ikan yang menjadi sparing partner ikan pemenang, yang sudah nyata baik kwalitas bertarungnya, hal ini dimaksud agar ikan yang kita latih puuter bisa memiliki kwalitas bertarung yang baik juga. Latihan puter ini dilakukan selama paling cepat 3 hari dengan waktu latihan 1 sampai 2 jam setelah itu istrahan sekitar 5 sampai dengan 6 jam kemudian kembali latihan dan dapat tingkatkan baik kecepatan adukannya dan lama waktu latihanya menjadi 2 sampai 3 jam latihannya dengan melihat dari ikan itu sendiri apakah semakin galak/semakain berani atau tidak mentalnya, dengan latihan puter ini saja banyak ikan yang berhasil memenangkan pertarungan tanpa latihan yang lain. Latihan puter ini merupakan latihan yang paling cepat pada uikan cupang adu.

Adapun cara lainya yang tidak menggunakan sparing partner latihan;

1. Isi wadah toples ceri tersebut dengan air hampir ¾ bagian
2. Masukan ikan yang akan dilatih ke dalam wadah tersebut
3. Aduk air dengan stik searah jarum jam sebanyak 10 hitunangan
4. Diamkan sekitar 1 menit
5. Aduk kembali air dalam wadah toples 10 hitungan perlakukan hal
yang sama arah puterannya sebanyak 3 sampai 5 kali kearah
jarum jam
6. Istirahat yang berikutnya lebih lama skitar 1 jam sebelum kembali
mengaduknya deangan arah yang sebaliknya (berlawanan dari arah
sebelumnya) dari arah jarum jam sebanyak 10 hitungan juga
latihan ini dilakukan terus selama tiga hari rutin siang dan malam
selama minimal 3 hari latihan.

Latih puter atau aduk juga melatih mental, dengan latihan ini hasilnya ikan menjadi lebih galak dan berani bila melihat lawannya, lebih agresif dari sebelumnya. Latihan dianggap berhasil bila ikan pada saat diputer sudah mampu melawan arus air yang diputar dan terkadang berani memukul stik bambu, latihan ini menguatkan otot di pankal ekor, demikianlah cara cepat melatih ikan cupang adu dengan cara latihan puter, semoga sukses dan selamat melatih ikan.

Latihan Jantur

Jantur adalah wadah atau tempat untuk ikan adu dimana wadah ini dibuat sedemikian rupa agar ikan dapat terbina mental soliternya, membiasakan ikan hidup diluar dari koloninya dengan wadah jantur ini. Latihan ini baik untuk ikan yang baru diangkat dari lubuk, karena biasanya ikan yang baru diangkat belum galak, karena masih bersama koloninya(lubuk) jantur yang umum adalah ;

Kantung plastik berdiameter 6-8 cm dengan ukuran panjang 1 meter sampai 1,5 meter, atau akuaruim dengan ukuran dimensi 12×15 dengan tinggi skitar 1,2 meter. Dengan cara melatihnya sebagai bewrikut;

Isi air kedalam wadah dengan isi air hampir penuh,

Masukan ikan yang akan di latih kedalam wadah tersebut,

Tutup seluruh sisi wadah dengan koran atau yang lain, biarkan skitar 5-8 cm bagian bawah jantur saja yang tidak tertutup, tetap terbuka. Untuk memantau keadaan ikan, bila sudah berdiam di bawah/dasar wadah jantur tersebut ikan sudah cukup latihannya, waktu , lama latihan ikan dalam wadah jantur dilakukan selama 5 sampai 12 hari.

Dan latihan dikatakan berhasil bila ikan sudah dapat berenang dengan cepat

kepermukaan dan kembali kedasar wadah, latihan ini juga untuk mental, dan juga untuk melatih pernafasan, ikan adu yang kuat pernafasannya bila dapat bertahan lama di dasar wadah jantur.

Latihan Running

Latihan running, ini adalah lebih pada latihan mental, yang otomatis memacu latihan fisiknya, latihan running adalah dengan cara mengumbar ikan adu di dalam wadah yang berukuran besar seperti bak kolam atau tanki air yang besar, manfaat dari latihan ini gunanya adalah agar ikan adu menjadi tambah galak, gesit dan berani untuk menghabisi lawan. Adapaun cara melatih running sebagai berikut;

Ukuran wadah untuk latihan running adalah;

Aquarium dengan minimal ukuran dimensi 50x50x80 cm

Atau kolam dengan ukuran skitar 1 meter/segi

Atau bak besar untuk cuci piring

Atau yang lain seukuran cukup besar

Isi air hampir penuh skitar ¾ bagian wadah yersebut.

Taruh ikan adu di dalam wadah tersebut biarkan selama 6-8 jam agar beradaptasi dengan wadah tersebut, yang suasana yang lebih luas.

Lalu masukan ikan cupang yang muda yang belum berani kedalam wadah tersebut, biarkan ikan cupang muda tersebut dikejar kejar oleh ikan adu yang kita latih.

Bila cupang muda sudah kelelahan ganti ikan cupang muda dengan yang baru, demikian latihan ini dilakukan selama 3-5 hari setelah itu angkat ikan adu, istirahatkan didalam wadah toples dengan banyak air ¼ wadah.

Bila dari semua atau salah satu dari latihan tersebut telah kita berikan, waktu istirahatnya cukup 2 hari saja, fungsi istirhat adalah agar kemapuan yang telah kita berikan pada latihan-latihan yang diatas dapat maksimal hasilnya, pada saat waktu laga dalam arena (adu di dalam toples) waktu istirahat didalam wadah harus lah tertutup gelap dan tidak terusik oleh apapun, fungsi ini agar ikan adu kita benar-benar beristirahat karena keadaan gelap.

Penjemuran

Manfaat utama dari menjemur ikan di bawah sinar matahari adalah untuk membunuh spora/parasit atau cendawan di air, agar mati terkena sinar matahari, dan cupang adu kita pun merasa lebih bersemangat, warna lebih cerah, lebih legam sehat dan tidak mudah terserang penyakit, sedangkan waktu yang tepat untuk menjemur ikan adu kita adalah, pagi hari antara jam 06.30 sampai 09.30 dan jangan di lakukan penjemuran telah lewat pukul 11.00 siang. Karena panas yang di terima oleh air sudah melebihi batas toleransi yang dapat diterima oleh ikan, bisa-bisa ikan mati kepanasan.

atau donwload artikel ini dalam bentuk doc dan pdf.
STANDAR PELATIHAN UNTUK IKAN CUPANG ADU.doc
STANDAR PELATIHAN UNTUK IKAN CUPANG ADU.pdf

PENYAKIT PADA IKAN CUPANG

jenis penyakit yang sering menyerang pada ikan cupang !
ada 2 jenis :
1. fisik
2. non fisik
jenis penyakit yang menyerang fisik ikan cupang banyak di sebabkan oleh :
microorganisme,cendawan, bakteri dan virus!
yang di pengaruhi oleh sani tasi air, dimana tempat ikan cupang itu hidup,
kurang higienis dan kurang di perhatikan, atau di sebabkan oleh faktor alam.
seperti perubahan iklim yang berpengaruh pada perubahan suhu air, sehingga
mempengaruhi tumbuh kembangnya cendawan, bakteri,dan virus!.oleh sebab
itu bagi para hobies,pecinta ikan cupang harus senantiasa memperhatikan
kwalitas air,untuk ikan kesayangannya!

*fisik
jenis penyakit ini disebabkan oleh microorganisme
pada ikan cupang yang di sebabkan oleh bakteri, cendawan dan virus.

– busung / sisik nanas,salak, atau hydrop’s
– menceret atau berak putih ~ disebkan oleh virus salmonella sp.
– valvet/fin rot, yang disebabkan oleh bakteri oodium pillularis
– serta borok/ luka yang terinfeksi! yang di sebabkan oleh kutu ikan
argullus indicus dan lernea cyprinacea

* non fisik
jenis penyakit ini tidak disebabkan oleh microorganisme,
tapi disebabkan oleh kurang hati-hati dalam perawatan ikan cupang yang
menyebabkan mental dan fisik ikan cupang menjadi sakit, dan cacat dan
dapat berakibat menurunnya kesehatan ikan cupang tersebut, sirip kurang
mengembang, kurang gairah, tidak nafsu makan,bacul (hilang keberanian/
mental) menggigit sirip sendiri, jelas terlihat tidak sehat!.

penanggulangan penyakit fisik pada ikan cupang

~ bila terserang white spot,cendawan/jamur
gejala awalnya adalah :
berenang ikan cupang seperti tersentak-sentak atau menabrakan badannya
ke media dinding aquarium /wadah, bila tidak cepat di tanggulangi badan
ikan cupang akan cepat di tumbuhi bintik-bintik putih lebih kecil dari telur ikan!
hal ini bila sudah parah, bila tidak cepat di tanggulangi dapat menyebabkan ikan
cupang malasberaktifitas,sirip tidak mengembang, dan menghilangkan nafsu makan
dari ikan tersebut!
~ penanggulangan nya dapat dengan diberikan anti white spot, blitz-icth/fish mate
yang mengandung bahan aktif metil biru(methiline blue)dan dimethyl amino
triphenyl methanol, super icth , blitz icth/obat biru/ anti white spot
dilarutkan dengan air dan di campur garam ikan dengan dosis di sesuaikan
dengan stadium penyakitnya! dengan merendam ikan cupang yang sakit kedalam
larutan tersebut diatas selama kurang lebih 5 jam,kemudian angkat dan
rendam kembali kedalam larutan yang sama seperti dia atas ulangi sampai
beberapa kali selama kurang lebih 5 jam perendaman, sampai cendawan,
parasit penyakit fisik pada ikan itu benar benar telah terbebas darinya!!!
biasanya penyakit ini akan hilang setelah dilakukan perawatas sesuai dengan
yang diatas selama 2 atau 3 hari!
selama dalam perawatan perendaman ikan harus tetap di beri makan seperti biasa

untuk lengkapnya copy paste link ini !!!

indonesian betta’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: